Apa pengaruh rokok pada latihan angkat beban (weight lifting)?

Apa pengaruh rokok pada latihan angkat beban (weight lifting)?

Semua orang yang berlatih di gym pasti ingin mendapat tubuh yang ideal dan sehat, tidak terkecuali para perokok. Walaupun para perokok ini berlatih di gym dan memulai hidup yang sehat, sebagian dari mereka tidak bisa menghilangkan kebiasaan merokoknya. Kita semua tahu merokok itu tidak baik, tetapi sulit untuk menghentikan kebiasaan yang satu ini, tetapi sebenarnya sejauh mana efek merokok pada latihan?

  1. Merokok dapat mempercepat detak jantung.

Merokok rata-rata mempercepat 30% dari detak jantung normal. Jantung perokok akan bekerja lebih keras untuk mencukupi sirkulasi oksigen dalam darah karena itu pada saat latihan membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan dengan yang bukan perokok. Akibatnya terjadi peningkatkan detak jantung, tekanan darah, mengurangi aliran darah dan performa latihan. Dan massa otot yang dibangun tidak sebaik orang yang tidak merokok.

 

  1. Rendahnya kadar oksigen dalam darah menghambat pertumbuhan otot.

Pertumbuhan otot akan berkurang jika otot kekurangan oksigen. Merokok dapat mengurangi aliran peredaran darah ke otot sehingga darah yang membawa oksigen berkurang dan otot kekurangan oksigen. Selain itu perokok memproduksi lebih banyak dahak daripada bukan perokok sehingga membatasi aliran oksigen didalam pernapasan dan menjadikan otot kekurangan oksigen. Karbon monoksida dari asap rokok juga mengikat hemoglobin dalam darah. Tar pada rokok juga menumpuk pada saluran pernapasan yang menghambat pernapasan dan tar juga menghambat mekanisme pembersihan paru-paru alami yang megakibatkan polusi lainnya menumpuk pada saluran pernapasan yang juga menghambat pernapapasan. Semua hal ini mengakibatkan rendahnya oksigen pada otot.

 

  1. Merokok dapat menurunkan kadar testoteron.

Merokok dapat merusak sel yang memproduksi testoteron sehingga produksi testoteron dibawah rata-rata sedangkan testoteron sangat membantu pertumbuhan otot. Kurangnya testoteron menghambat pertumbuhan otot.

 

  1. Merokok mengurangi daya tahan latihan.

Beban pada jantung dan paru-paru dapat mengurangi energi pada tubuh perokok. Kemampuan untuk berlatih lebih lama dan kemampuan untuk meningkatkan intensitas latihan menjadi berkurang yang pada akhirnya mengurangi lama latihan , performa latihan dan hasil yang tidak maksimal.

 

  1. Merokok menghambat pernyerapan nutrisi.

Merokok dapat meningkatkan lemak jahat dan menghambat penyerapan nutrisi mikro khususnya vitamin C, E dan asam folat yang sangat mempengaruhi kamu yang sedang diet untuk mendapatkan otot kering dan padat.

 

  1. Merokok mengurangi kapasitas oksigen.

Bagi perokok remaja, merokok dapat menghambat perkembangan paru-paru sehingga pada saat dewasa kapasitas paru-parunya akan terbatas. Dan potensi akan pengembangan diri menjadi terhambat.

Apa yang terjadi jika berhenti merokok?

Nikotin dalam jangka panjang akan mengakibatkan perubahan pada nafsu makan dan metabolism energi. Karena itu nikotin dapat menurunkan berat badan pada perokok, penghentian rokok dapat meningkatkan berat badan karena diikuti dengan peningkatan neuropeptide Y (protein yang terdapat di otak sebagai perangsang yang sangat kuat untuk perilaku makan) and Agouti-related protein (komponen pada metabolism yang mengatur perilaku makan dan berat badan). Jadi perokok yang mengurangi intensitas rokok akan mengakibatkan peningkatan insulin, BMI (Body Mass Index), trigliserida, dan lingkar pinggang.

Karena itu sangat disarankan untuk tidak merokok dari awal karena pada saat berhenti akan mengakibatkan perubahan metabolisme yang menyebabkan masalah psikologis dan hormonal yang timbul karena efek penggunaan dalam jangka waktu panjang.

Berhenti merokok tergantung dari kekuatan mental seseorang, menghentikan sebuah kebiasaan harus dengan komitmen yang tinggi dari masing-masing diri, terutama yang ingin membentuk otot yang padat dan tubuh yang kering, butuh komitmen dari diri sendiri untuk menentukan apa yang baik bagi kemajuannya.

Namun tidak tertutup kemungkinan bagi perokok untuk membentuk otot, hanya otot dan kerja keras yang didapat tidak semaksimal yang bukan perokok. Tetapi bukankah selain membentuk tubuh yang ideal, kita berlatih di gym untuk menjaga pola hidup yang sehat? Pada akhirnya kita tetap harus memilih antara rokok atau gym.

 

Referensi

http://www.bodybuilding.com/fun/herve10.htm

http://www.livestrong.com/article/380495-direct-effect-of-smoking-on-muscle-gains/

http://www.livestrong.com/article/362527-the-effects-of-smoking-on-bodybuilding/

Leave a Reply

* Name:
* E-mail: (Not Published)
   Website: (Site url withhttp://)
* Comment:
Type Code